Tipe-tipe pengambil keputusan

Setiap orang pasti di minta untuk mengambil keputusan mulai dari kita kecil sampe meninggal. Contohnya, kita mau main sama mainan yg mana? Apa menu makan siang kita hari ini? Mau pakai baju apa hari ini?

Ketika keputusan itu menyangkut diri sendiri, mungkin gak terlalu crucial. Tapi gimana kalo keputusan itu menyangkut orang lain?

Well, ini tipe-tipe orang yang harus memilih (tipe pengambil keputusan):
1. Orang yg milihnya ikutan temen atau orang lain.
Karena dia gak punya pilihan lain karena pilihannya gak sesuai dengan mau dia atau entah dia gak bisa milih untuk dirinya sendiri. Alhasil dia milih sesuai dengan yg orang lain pilih. Contohnya: ketika order makanan di restoran dia akan pesen makan dan minum yg sama kaya temennya.

2. Orang yg gak bisa milih.
Sebenernya lebih ke arah ada yg salah di otaknya, entah dia males mikir atau emang otaknya kosong. Jadi dia gak bisa milih, gak ada gambaran tentang keputusan yg harus diambil biarpun dijelasin berulang kali. Akhirnya dia milih "skip"

3. Orang yang cuma punya satu pilihan.
Kalo yang ini, dia punya pilihan, tapi sayangnya pilihannya cuma 1. Jadi dia pilih aja itu. Bisa karena gak ada pilihan lain, atau memang dia yakin sama yang dia pilih jadi dia langsung ambil itu, atau bisa juga karena dia memang kemampuannya untuk memilih hanya itu, sehingga cuma itu yang ia pilih.
Misalnya ketika pas makan siang di kantin cuma ada satu warung aja yang buka. Akhirnya dia milih untuk makan di kantin itu, karena gak ada kantin lagi yang buka. Padahal, dia bisa delivery makanan atau beli makanan diluar. Tapi dalam kasus ini, pilihan dia cuma satu, makan di kantinnya.

4. Orang yang kebanyakan pilihan tapi gak bisa menentukan.
Nah, ini sih mendingan dari yg nomer 2. Ada pilihannya. Dia bisa milih tapi sayangnya banyak banget pilihan yg dia punya akhirnya dia gak tau harus milih apa. Contohnya: murid yg habis keluar ruang BP karena di nasehatin sama gurunya, pas keluar di tanya sama pacar atau temennya, "gimana di dalem?" dia akan jawab, "iya ngerti sih, tapi dia ceritanya ambigu banget. Setiap cerita maknanya banyak gitu lebih dari satu."
The truth is... Manusia itu complex. Ulterior motive ada kok, pasti ada. Gak selalu, tapi ada. Lo becanda sama temen aja ada kan ulterior motivenya. Sambil ngasih kode ke gebetan atau ke pacar misalnya? Ngaku aja deh! Lo semua pasti pernah kan? Atau jangan-jangan sering lagi. Hm...

5. Orang yang banyak pilihan dan bisa menentukan.
Nah, ini versi yang paling sempurna. Dia bisa menemukan sebanyak mungkin kemungkinan pilihan yang ada dan dia bisa menentukan mana pilihan yang paling tepat dan paling sesuai untuk dia atau kasus yang dia hadapi.
Contohnya, kalo pas lagi jam istirahat, kantinnya hampir tutup semua, tinggal ada satu warung aja yang buka. Dia bisa milih delivery, makan yang ada diluar, atau makan di kantin. Akhirnya dia milih di kantin karena lebih dekat dan menghemat waktu. Kalo delivery dia harus menunggu paling gak 30 menit, atau kalo nyari makan diluar bisa memakan waktu juga, apalagi waktu perjalanan kesana juga belum dihitung. Jadi dia memutuskan untuk makan di kantin karena paling hemat waktu dan efisien untuk dia.

Nah, sekian ulasan gw tentang tipe-tipe pengambil keputusan. Semoga bermanfaat.

Own it, life it, love it.
Hug, love and kisses, Sam!

Comments

Popular posts from this blog

Vocal 2: Kenapa Kalo Nyanyi Tanpa Musik Suara Gw Kedengeran Lebih Bagus?

Warung Tekko - Jakarta, Pesanggrahan

Vocal 4: Perut Kosong VS Perut Terisi Ketika Bernyanyi